Desa Manggis Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek

Ini adalah sekilas tentang tempat tinggal saya, dimana saya dilahirkan disini dan di besarkan sampai usia saat ini, banyak kenangan yang terjadi disini yang tidak perlu saya uraikan disini, karena kita akan membahas tempat ini.




Manggis panggul trenggalek,

Itulah biasanya kata yang sering di sebutkan orang kelahiran desa manggis manggis apabila berada di perantauan dan di tanya darimana asalnya.

Tempat ini berada di ujung paling utara se kecamatan panggul sebelum desa paling akhir yaitu tangkil di paling ujung utara, desa manggis ini mempunyai penduduk yang mayoritas petani, dan tidak sedikit yang menjadi pegawai negeri, semua lengkap pokoknya, dan desan ini terdiri dari 3 kasunan/dusunan yaitu krajan, petung dan pagerwatu, untuk setiap dusunnya ada berapa rt/rw saya kurang tahu πŸ˜°πŸ˜‚πŸ˜.



Penghasilan yang menjanjikan di desa ini dan mayoritas sekecamatan panggul adalah dari cengkeh, yang terbilang harganya cukup fantastis, tapi sayang, panennya cuma satu tahun sekali.

Padahal cengkeh merupakan penghasilan terbesar dari pekerjaan lainnya. Tapi ya begitu,  panennya cuma satu tahun sekali, jadi kalau yang punya pohon cengkeh banyak mungkin sangat cukup berpenghasilan.

Di desa ini penduduknya cukup ramah-ramah, guyup rukun dan jiwa sosialnya sangat tinggi. Untuk suasananya sangat sejuk, cocok sekali buat ngademin otak yang lagi semrawutπŸ˜‚, alias cocok buat refreshing, tapi sayang, ada sayangnya, kaya pacaran aja sayang-sayangan, wkwkwk. SAYANG gak ada sinyal yang stabil, kan kampret, jadinya unruk urusan teknologi dan internet saya rasa kurang untuk di tahun ini, walau begitu tapi masyarakatnya tidak gaptek lo. Meskipun sinyal kurang tapi soal internet dan teknologi gak ketinggalan deh. :V.

Untuk pemandangan di desa ini sangat sempit karena di kelilingi oleh pegunungan, kalau menghadap ke berbagai arah dari barat, utara, selatan, dan timur di kelilingi pegunungan, eits, tapi jngan di bilang enggak enak ya, kalalu lu sekali naik ke salah satu pegunungannya semuanya akan terlihat luas, dari lautan pegunungan yang jauh dan semuanya deh, intinya bikin kepala kamu dan isinya jadi fresh alias segar,, dan lagi anginnya sepoi-sepoi. Kayak di surga, hahahahahah.




Untuk adat istiadat di desa ini yang masih ada adalah  jaranan, tayub, dan wayangan tapi yang wayang ini sudah mulai jarang. masih lestari wslau jarang tampil, meskipun begitu tapi desa ini masih mempunyai adat yang jadi ciri khas keIndonesiaAn banget.

Sumber mata air yang bening di desa ini menjadikan warga disini kulitnya putih-putih dan segar, kecuali sayaπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚, saya dulu putih, eh sekarang hitam karena keseringan mandi di sungai, owh iya, ada sungainnya juga lo, sungainya sangat besar, indah lagi. Habitat ikan di sungai ini dulu sangat banyak, eh sekarang udah mulai punah tak tau kenapa. Sungai ini mengalir dari desa ke desa hingga ke pantai, wah ada pantainya juga ya?, iya ada, tapi itu di lain desa ini tapi tidak jauh kog jaraknya, kapan-kapan saya ulas deh.



Sungai inilah yang mengaliri persawahan di desa ini dan sekitarnya, sawah disini terlihat hijau dan sejuk di pandang mata lo, yang bikin ngiler kalau berkunjung kesini. Jangan lupa sempatkan waktu berkunjung ya, walau itu  desa tapi cocok buat refreshing,l. Udah ya sekian dulu gue ngantuk soalnya daaa. πŸ˜‚πŸ˜πŸ˜…πŸ˜΄

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.