Mengungkap Misteri Segitiga Bermuda

Misteri segitiga bermuda sudah berlangsung sejak lama tanpa ada satu penjelasan ilmiah yang akurat yang dapat menjelaskan penyebab dibalik hilangnya kapal bahkan pesawat ketika melewati "segitiga setan" ini. Kapal dan pesawat yang melintasi kawasan Segitiga Bermuda ini akan hilang tanpa jejak sehingga misteri segitiga bermuda sulit diteliti dari jarak dekat. Bukannya hasil ilmiah yang didapatkan, Segitiga Bermuda selama ini hanya membawa mitos-mitos mistis akan adanya dunia lain dibawah laut itu.

Segitiga Bermuda sendiri adalah sebutan untuk wilayah lautan yang berada di Samudera Atlantik dengan luas mencapai empat juta km persegi yang membentuk segitiga. Pada siku sebelah utara terdapat wilayah Bermuda (Inggris), siku Selatan merupakan bagian dari Puerto Riko (AS) dan Miami (Florida, AS) pada siku barat.

Image: plus.kapanlagi.com

Peta wilayah Segitiga Bermuda

Kabar segar mulai terdengar akan terpecahnya misteri Segitiga Bermuda ini. Para ilmuwan dikabarkan menemukan serangkaian kawah aktif. serangkaian kawah itu diduga ada di sekitar Segitiga Bermuda yakni di sekitar laut lepas pantai Norwegia. Kawah-kawah itu punya lebar setengah mil dan kedalaman hingga 150 kaki. Para ilmuawan berteori jika kawah-kawah itu terbuat karena gas metana yang keluar dari dasar bumi.demikian dilansir dari plus.kapanlagi.com (14/03/16).

Lebih lanjut dalam laman plus.kapanlagi.com (14/03/16) dituliskan,Peneliti Igor Yelstov dari Institut Trofimuk ikut berkomentar pada 2015 silam terkait temuan ini "Ada sebuah versi bahwa Segitiga Bermuda adlah efek reaksi gas hidrat. Reaksi itu terbentuk saat semua terurai dengan bongkahan metana dan berubah jadi es. Semua itu mirip dengan rekasi nuklir sehingga menciptkan gas yang sangat besar. Hal itu membuat samudera menjadi panas dan bisa saja sebuah kapal tenggelam di perairan yang tercampur gas dengan kandungan besar."

Selain itu ada pendapat lain mengatakan bahwa misteri hilangnya pesawat yang mengudara diatas Segitiga Bermuda disebabkan killer clouds (awan pembunuh). Killer Clouds adalah awan-awan raksasa sepanjang 32 - 89 km yang dapat menyebkan angin mematikan yang berkecepatan 273,6 km/jam.

Temuan-temaun yang cukup ilmiah itu memang masih perlu diklarifikasi untuk suatu kebenaran. Namun cara pembuktian masih sulit karena hingga saat ini bukti empiris belum ada satupun, karena siapa saja yang berani ke segitiga itu kemungkinan besar tidak akan kembali lagi.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.